Mahasiswa KKN-K Turut Andil Mensukseskan Acara Sosialisasi TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)
Mahasiswa KKN-K Turut Andil Mensukseskan Acara Sosialisasi TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)
Ket : Dokumentasi Foto Kegiatan Yang Sedang Berlangsung
Tempurejo, Jember - Desa wonoasri secara geografis terletak didaerah selatan Kabupaten Jember, desa ini memiliki luas 624,00 Ha dengan jumlah total penduduk 11547 jiwa, mayoritas penduduk desa wonoasri bermata pencaharian sebagai seorang petani, pedagang, pekerja kebun hingga buruh migran.
Namun Desa Wonoasri hingga hari ini menyimpan kisah unik tentang pertukaran nasib dan semangat juang rakyatnya. Dibalik kehidupan pedesaan yg sederhana, mayoritas warga desa ini memilih untuk merantau ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama ke negara-negara seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Arab Saudi.
Fenomena ini bukanlah menjadi hal baru, sejak awal 2000-an, desa ini sudah dikenal sebagai salah satu lumbung PMI di Jember daerah selatan, menurut data dari pemerintah desa, lebih dari 60% rumah tangga di desa ini memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang bekerja di luar negeri.
Hal ini menjadi peran krusial bagi ekonomi keluarga dan desa, bentuk remiten (layanan keuangan antar negara) menjadi tulang punggung ekonomi lokal, banyak rumah yang dibangun atau di renovasi berkat hasil kerja keras para migran. Selain itu, biaya pendidikan anak-anak dan kebutuhan rumah tangga pun sebagian besar dipenuhi dari hasil merantau.
Namun, tidak sedikit pula yang mengalami persoalan tindakan kriminal TPPO, mulai dari kesulitan dalam memperbarui atau menerbitkan paspor, kurangnya akses terhadap informasi kerja resmi serta sertifikasi kompetensi. Sehingga ada bentuk inisiatif dari PPPA DP3AKB Kabupaten Jember untuk menggelar acara sosialisasi pengenalan dan pencegahan TPPO di akar rumput, hal ini juga menjadi bentuk komitmen kolaborasi lintas sektor untuk perlindungan PMI.
Acara dimulai dari pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB yang dihadiri oleh lintas sektor, diantaranya adalah Kepala Disnaker, Direktur Eksekutif dan Koordinator Wilayah Migrant Care Jember, Perwakilan Kantor Imigrasi TPI Kelas I Jember, Camat Wuluhan, Camat Tempurejo, Kepala Desa Wonoasri dan Dukuhdempok, serta perangkat daerah lainnya. Tak hanya itu, mantan PMI dari wilayah Wonoasri, Ambulu, dan Dukuhdempok juga turut hadir dan aktif dalam diskusi.
Kegiatan kali ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Yuliana Harimurti, SE., M.Si, sebagai kepala disnaker, dan Bapak Pras sebagai perwakilan dari Imigrasi TPI Kelas I Jember, dalam pemaparannya, narasumber menekankan akan pentingnya dokumen identitas yg valid dan sah, terutama paspor untuk mencegah jeratan kriminal TPPO.
Dari hasil diskusi pada kegiatan kali ini, terungkap ada sejumlah persoalan yang kerap dihadapi mantan PMI, mulai dari 18 aduan serta 5 kasus korba TPPO di wilayah Jember, hal ini menjadi atensi atas pentingnya peningkatan edukasi dan pengawasan terhadap PMI.
Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan kolaborasi lintas sektor yang sepakat untuk membangun sistem perlindungan PMI secara menyeluruh, salah satu bentuk kongkrit berkelanjutan pada kegiatan kali ini adalah sinkronasi data paspor dengan keaslian data PMI di kantor imigrasi, demi menghindari terjadinya data ganda yang rawan disalahgunakan dalam praktik kejahatan terorganisir atau bisa disebut TPPO.
Dari skala besar, kegiatan ini berjalan dengan lancar, partisipasi peserta mendapatkan respons positif, harapannya, kegiatan serupa bisa berlanjut sebagai bentuk langkah kongkrit dalaam mengurangi angka kriminal TPPO serts membangun ekosistem migrasi aman dengan tidak melakukan eksploitasi manusia yg ada di Kabupaten Jember.