Mahasiswa KKN Kolaboratif Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Inovasi Abon Lele
Oleh: Mahasiswa KKN Kolaboratif 043 Kecamatan Tempurejo Desa Wonoasri
Mahasiswa KKN Kolaboratif Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Inovasi Abon Lele
Oleh: Mahasiswa KKN Kolaboratif 043 Kecamatan Tempurejo Desa Wonoasri
Tempurejo, Jember - Desa wonoasri. Sejumlah mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif mengadakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di Desa Wonoasri, dengan pendekatan unik dan inovatif: memperkenalkan produk olahan abon lele sebagai salah satu alternatif pangan bergizi tinggi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat Mahasiswa dalam melakukan pencegahan stunting. Pada sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan tentang pengertian stunting, penyebab, solusi, pentingnya pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahan pangan lokal yang kaya protein.
Lele dipilih sebagai bahan utama karena mudah dibudidayakan, memiliki harga terjangkau, dan mengandung protein, asam amino, serta omega-3 yang bermanfaat untuk pertumbuhan anak. Melalui pelatihan singkat, warga diperkenalkan abon lele mulai dari proses pengolahan ikan, bumbu, hingga pengemasan yang higienis.
Koordinator KKN Kolaboratif 043, Haikal Ali Khan, menyampaikan bahwa inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran pentingnya gizi masyarakat, tetapi juga menjadi sebuah harapan bahwa Desa Wonoasri harus bisa menjadi desa berdaya dengan melakukan pencegahan stunting. “harapan kami, semoga dengan berjalannya kegiatan ini, semoga ada timbal balik di Desa Wonoasri, sehingga angka stunting di desa ini bisa tuntas” ujarnya.
Ketua TP PKK Desa Wonoasri, Ibu Supmini Wardani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mengentaskan angka stunting melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada, sehingga dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan anak-anak tumbuh optimal tanpa hambatan gizi.