Mahasiswa KKN Kolaboratif Temukan Anak Tidak Sekolah yang Belum Terdata di Dispendik Jember
Oleh: Mahasiswa KKN Kolaboratif 043 Kecamatan Tempurejo Desa Wonoasri
Mahasiswa KKN Kolaboratif Temukan Anak Tidak Sekolah yang Belum Terdata di Dispendik Jember
Oleh: Mahasiswa KKN Kolaboratif 043 Kecamatan Tempurejo Desa Wonoasri
Tempurejo, Jember - Desa wonoasri. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang tengah melaksanakan program pengabdian di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, menemukan fakta mengejutkan di lapangan. Dalam kegiatan pendataan sosial yang mereka lakukan, terungkap bahwa terdapat data lama yg masih belum diperbarui, serta anak usia sekolah yang tidak lagi mengenyam pendidikan, namun datanya belum ada di sistem pendataan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Pendataan ini dilakukan sebagai bagian dari program kerja KKN yang fokus pada CINTA (cerdas, inklusi, tangguh). Cerdas yang dimaksud adalah cerdas dalam kependudukan dan pendidikan. Dalam proses wawancara dan survei rumah ke rumah, mahasiswa menemukan seorang anak tahun yang tidak bersekolah karena berbagai alasan. “Banyak sekali data yang tidak valid, entah karena tidak ada orangnya, atau bahkan orang tersebut sudah pindah domisili, serta ada juga yang ternyata belum masuk dalam pembaruan sistem Dispendik Jember. Padahal, jika terdata dengan benar, pihak terkait bisa memberikan intervensi seperti program kembali sekolah atau bantuan pendidikan.” ujar Haikal Ali Khan, Koordinator KKN Kolaboratif di desa tersebut. “Ini menjadi tamparan keras bagi dispendik jember, bahwa pentingnya pendata’an anak
tidak sekolah ini harus diketahui dan diperbarui, supaya bisa mengentaskan permasalahan ATS di berbagai desa, karena dengan mengenyam pendidikan, seorang anak akan diajarkan moral serta ilmu, sebab generasi penerus bangsa bisa kita lihat salah satunya dengan tolak ukur pendidikannya.” Tambahnya.
Bahkan dari berbagai masyarakat yang kita temui, tidak sedikit yg bilang “ngga ada orangnya mas, memang dari tahun tahun sebelumnya anak ini dicari tapi kok sekarang masih dicari lagi.” Jadi bisa kita simpulkan bahwa data dispendik terkait ats masih belum diperbarui.
Program KKN Kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan formalitas pengabdian mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong setiap anak untuk mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.
Dengan adanya temuan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, dinas pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam data, apalagi kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.